Hacking Jaringan Peer-to-Peer.
Penggunaan jaringan peer-to-peer tidak hanya membuat berbagai jenis malware memiliki media baru untuk menyebarkan diri, namun juga penggunaan protokol tersebut oleh malware. Misalnya saja penggunaan firewall yang dapat mencegah upaya berbagai trojan horses untuk memasuki sistem yang dituju dengan cara mencegah hubungan dari luar, kecuali yang diperuntukan bagi komputer dan port tertentu. Namun umumnya firewall tidak memblok perangkat lunak peer-to-peer ketika membuat sebuah hubungan ke luar sistem yang terlindungi dengan directory yang digunakan untuk service servent. Sebagai contoh worm W32.PrettyPark yang menggunakan menggunakan koneksi pada aplikasi IRC untuk menembus firewall. Bila komputer yang telah terkena worm ini melakukan koneksi dengan aplikasi IRC, maka maka hacker yang bersangkutan dapat bergabung pada channel yang sama dan mengirimkan perintah-perintah remote.
Bila di masa yang akan datang jaringan peer-to-peer menjadi standar di dalam infrastruktur sistem komputer baik di lingkungan perumahan maupun perusahaan, maka diperlukan lebih dari sekedar proses scanning yang dilakukan per komputer untuk menghindari ancaman yang menggunakan jaringan peer-to-peer. Proses scanning jaringan (network scanning) seperti sistem network-based IDS diperkirakan dapat mengatasi ancaman ini.
kembali ke posting yang terkait










